Skip to main content
slogan

Selamat datang di website Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia (LSP IPI). Maju Bersama LSP IPI Menuju Indonesia Kompeten

LSP-IPI

Kontribusi PT Pupuk Indonesia (Persero) Dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa Melalui Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

Agus SubektiOleh : Dr. Ir. Agus Subekti MSi *)

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT, pada tanggal 20 November 2017 telah ditetapkan SKKNI Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan barang dari Bahan Kimia Bidang Industri Pupuk dan Kimia Dasar sejumlah 422 unit SKKNI melalui Keputusan Menteri ketenagakerjaan Republik Indonesia  Nomor: 319 Tahun 2017 tanggal 20 November 2017

Di dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan tersebut telah ditetapkan SKKNI Bidang Industri Pupuk dan Kimia Dasar untuk 8 bidang kompetensi, yaitu Operasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pengendalian Proses, Pemeliharaan Mekanik Lapangan, Inspeksi, Reliability, Instrumen dan Laboratorium. Kedelapan bidang kompetensi tersebut meliputi 18 area pekerjaan yaitu;

  1. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik Amonia dan produk samping Karbon Dioksida (CO2)
  2. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik Urea
  3. Pengelolaan kegiatan operasional pabrik ZA Reaktan Murni
  4. Pengelolaan kegiatan operasional  produk-produk utilitas seperti listrik, steam, Nitrogen, instrument air dan air (soft water, hard water, demin water dan cooling water)
  5. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik  NPK (produk pupuk majemuk berbasis phosphate )
  6. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik Pupuk NPK Phonska serta segala kegiatan pendukung proses produksi
  7. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik ZK dan NPK (reaksi )
  8. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik Asam Fosfat
  9. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik  Aluminium Fluorida (AlF3)
  10. Pengelolaan kegiatan operasional Pabrik Gypsum 
  11. Pengelolaan kegiatan operasional pabrik ZA ( Eks Gypsum )
  12. Pengelolaan Kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  13. Pengelolaan Kegiatan Analisis dan Jaminan Mutu (laboratorium)
  14. Pengelolaan Kegiatan Pengendalian Proses
  15. Pengelolaan Kegiatan Pemeliharaan Instrumen
  16. Pengelolaan Kegiatan Pemeliharaan Mekanik Lapangan
  17. Pengelolaan Kegiatan Reliability terhadap mesin, peralatan serta fasilitas produksi lainnya
  18. Pengelolaan Kegiatan Inspeksi Teknik Pabrik


Manfaat SKKNI

SKKNI yang telah ditetapkan tersebut merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek Pengetahuan (Knowledge), Ketrampilan dan/atau Keahlian (skills) serta Sikap Kerja (attitude) yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. SKKNI ini diperlukan untuk pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di lingkungan industri pupuk dan bahan kimia.

SKKNI Sektor Industri Pupuk dan Kimia Dasar ini merupakan salah satu upaya riil PT Pupuk Indonesia dan Anggota Holding di dalam mendukung Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 9 Tahun 2016 tentang Program Revitalisasi SMK Industri Berbasis Kompetensi yang ‘link and match' dengan Industri. Adanya SKKNI ini akan bermanfaat sebagai berikut:

  1. Tersedianya informasi profil kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan sektor industri berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) khususnya di Industri Pupuk.
  2. Menjadi acuan di dalam penyusunan kurikulum pendidikan berbasis kompetensi;
  3. Menjadi acuan di dalam penyusunan materi uji kompetensi untuk pelaksanaan uji kompetensi bagi siswa atau peserta program vokasi yang telah mengikuti praktek kerja pemagangan industri di Industri Pupuk.
  4. Menjadi acuan di dalam penyusunan skema sertifikasi untuk kepentingan kegiatan sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia (LSP-IPI)

Bagi karyawan, SKKNI dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun dan mengembangkan program pendidikan dan pelatihan bagi SDM, menilai unjuk kerja karyawan di tempat kerja serta melaksanakan program sertifikasi Kompetensi karyawan Pupuk Indonesia dan Anggota Holding bahkan masyarakat Indonesia. Sedangkan bagi dunia pendidikan, SKKNI bermanfaat dalam rangka pengembangan program pelatihan kerja, pengembangan kurikulum, silabus dan modul serta proses evaluasi hasil pelatihan atau pembelajaran.

Tahapan Penyusunan SKKNI

Tahapan Penyusunan SKKNI sejak perumusan hingga penetapan memakan waktu sekitar 3 tahun. SKKNI ini diawali dengan Standar Kompetensi Khusus (SKK) milik PT Pupuk Indonesia yang diangkat menjadi SKKNI. SKKNI ini disusun oleh Tim Perumus yang mewakili masing-masing perusahaan pupuk di dalam Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI), diawali dengan pembuatan peta fungsi kompetensi dan unit-unit kompetensi, kemudian dilakukan verifikasi internal oleh para ahli di APPI. Selanjutnya hasil verifikasi internal di bahas dalam Pra Konvensi yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-12 November 2015. Kemudian dilakukan verifikasi eksternal oleh Kementerian Tenaga Kerja terhadap hasil Pra Konvensi.  Hasil verifikasi eksternal di bahas kembali di dalam Konvensi Nasional Penyusunan SKKNI pada tanggal 27 April 2016. Kemudian dikeluarkan Penetapan Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan tentang SKKNI Sektor Industri Pupuk dan Kimia Dasar Nomor: 319 Tahun 2017 pada tanggal 20 November 2017.

Pihak – Pihak yang Terlibat

Pihak – pihak yang terlibat di dalam perumusan dan verifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai berikut;

1.Tim Perumus SKKNI

Tim Perumus SKKNI Bidang Industri Pupuk dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Selaku Ketua Komite Standar Kompetensi Sektor Industri Kementrian Perindustrian No. 205/SJ-IND/Kep/8/2015 tanggal 18 Agustus 2015 tentang Penunjukan Tim Perumus Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Industri Pupuk dengan susunan anggota komite pada tabel 1 yang terdiri dari:

Tabel 1. Susunan tim perumus SKKNI Bidang Pupuk

perumus

 

2. Tim Verifikasi SKKNI

Tim Verifikasi SKKNI Bidang Industri Pupuk dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Selaku Ketua Komite Standar Kompetensi Sektor Industri Kementerian Perindustrian No. 206/SJ-IND/Kep/8/2015 tanggal 18 Agustus 2015 tentang Penunjukan Tim Verifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Industri Pupuk dengan susunan anggota komite pada tabel 2 yang terdiri dari:

Tabel 2. Susunan tim verifikasi SKKNI Bidang Pupuk

verifikasi

 

Tindak Lanjut

Kegiatan PT Pupuk Indonesia tidak berhenti sampai ditetapkannya SKKNI ini saja, akan tetapi langkah selanjutnya:

  1. Melakukan penyusunan skema sertifikasi untuk level kebutuhan skema sertifikasi SMK yang link and match dengan industri dengan merujuk SKKNI Sektor Industri Pupuk dan Kimia Dasar kemudian mendaftarkan skema – skema tersebut ke BNSP.
  2. Melakukan pengembangan program pelatihan kerja, dengan menggunakan SKKNI sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum, silabus dan modul serta melakukan evaluasi hasil pelatihan.
  3. Melakukan sertifikasi peserta program link and match dengan industri melalui LSP IPI.
  4. Menerbitkan sertifikat kompetensi bagi peserta program link and match dengan industri.

Dengan diterbitkannya sertifikasi kompetensi tersebut kepada peserta program link and match sebagai bukti pengakuan kompetensi maka daya saing lulusan SMK program link and match semakin meningkat sehingga berdampak pada daya saing Bangsa Indonesia. SKKNI Sektor Industri Pupuk dan Kimia Dasar merupakan salah satu kontribusi PT Pupuk Indonesia di dalam meningkatkan daya saing Bangsa Indonesia.

 

*) Penulis adalah Ketua LSP-IPI dan SVP SDM PT Pupuk Indonesia