Skip to main content
slogan

Selamat datang di website Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia (LSP IPI). Maju Bersama LSP IPI Menuju Indonesia Kompeten

LHKPN

Pupuk Indonesia Raih Penghargaan LHKPN Terbaik 2017

PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2017 kategori Instansi dengan LHKPN Terbaik. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada perusahaan yang berkomitmen dalam pencegahan korupsi melalui LHKPN.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengaku pihaknya konsisten menerapkan kebijakan tentang kepatuhan pelaporan harta kekayaan pejabat. Sejak 2013, kepatuhan pelaporan ini wajib dilaksanakan mulai dari setingkat Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh jajaran perusahaan sampai dengan pejabat setingkat Manajer (Grade II) melalui Pedoman Pelaporan Kekayaan Pejabat.

"Kami juga membuat suatu aturan di perusahaan yang mewajibkan hal itu. Jika tidak dilakukan maka ada punishment," kata Aas dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 13 Desember 2017.

Pupuk Indonesia juga meraih penghargaan sebagai salah satu instansi dengan Implementasi LHKPN Terbaik 2017 bersama 14 instansi lainnya. Penghargaan itu didapat lantaran Pupuk Indonesia membentuk Unit Pengelola Laporan Kekayaan Pejabat, kecepatan sosialisasi aplikasi e-Registration bagi pengelola LHKPN, sosialisasi e-Filling bagi penyelenggara negara, serta respons keaktifan dari pengelola LHKPN.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi penghargaan ini. Diharapkan bisa mendorong BUMN lainnya untuk lebih patuh lagi dengan pelaporan HKPN," ungkapnya.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia kini tengah menggenjot produksi pupuk NPK dengan membangun pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda dengan produksi sebesar satu juta ton per tahun, PT Pupuk Kujang Cikampek sebesar 200 ribu ton per tahun, PT Petrokimia Gresik sebanyak 500 ribu ton per tahun, dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebanyak satu juta ton.

Ini dilakukan lantaran kebutuhan pupuk dalam negeri yang terus menggelembung. Peningkatan produksi NPK jadi prioritas untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Diyakini, pupuk NPK memberikan hasil optimal dalam eningkatkan produktivitas tanaman, baik tanaman pangan maupun perkebunan.

Upaya lain Pupuk Indonesia dalam peningkatan daya saing adalah meningkatkan efisiensi pabrik dengan revitalisasi sejumlah pabrik yang sudah uzur, salah satunya pabrik Pusri 2B. Pabrik ini menggantikan pabrik Pusri 2 yang sudah menginjak usia lebih dari 40 tahun. Pabrik Pusri 2B menerapkan teknologi baru yang mampu menghemat pemakaian gas alam hingga 14 MMBTU per ton urea, sehingga menurunkan harga pokok produksi.

Sementara itu hingga akhir Oktober 2017, Pupuk Indonesia sudah menyalurkan pupuk untuk sektor tanaman pangan secara nasional sebesar 7.014.929 ton. Pupuk urea disalurkan sebanyak 3.104.474 ton, NPK sebesar 1.953.543 ton, SP-36 sebesar 671.225 ton, ZA sebanyak 777.350 ton, dan pupuk organik sebesar 508.337 ton.

"Realisasi sampai dengan Oktober sudah mencapai 73 persen dari target. Kami optimistis dapat mencapai target pemerintah untuk penyaluran pupuk bersubsidi ini dengan terus mengoptimalkan proses pendistribusian," tutur Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Achmad Tossin Sutawikara.

 

Sumber